Metrokitanews, Tangerang 17 April 2026 — Peringatan satu tahun berpulangnya Tan Lay Hoa yang digelar di ruang Melati, Boen Tek Bio, Jumat malam (17/4/2026), berlangsung dalam suasana yang tidak hanya khidmat, tetapi juga penuh kehangatan dan kebersamaan.
Sejak pukul 18.00 WIB, tamu undangan terus berdatangan memenuhi ruangan. Keluarga, kerabat, sahabat, hingga rekan-rekan dari berbagai kalangan hadir untuk mengenang sosok yang dikenal ramah dan mudah bergaul. Kehadiran yang begitu banyak ini menjadi cerminan nyata bahwa almarhumah semasa hidupnya adalah pribadi yang aktif bersosialisasi dan dicintai banyak orang.
Alih-alih larut dalam duka, suasana justru terasa hangat. Senyum, sapaan akrab, dan cerita-cerita ringan tentang kenangan bersama almarhumah mengalir di antara para tamu. Momen ini menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan banyak orang yang pernah tersentuh oleh kebaikan Tan Lay Hoa.

Putri sulung almarhumah, Sylvi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh tamu yang hadir. Kepada Metrokitanews, ia mengaku terharu sekaligus bangga melihat begitu banyak orang meluangkan waktu untuk datang.
“Kami sangat bersyukur. Kehadiran begitu banyak keluarga dan sahabat malam ini menjadi bukti bahwa Mami adalah pribadi yang hangat dan dekat dengan banyak orang,” ujar Sylvi.
Menurutnya, peringatan ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi juga merayakan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan sang ibu.
“Mami selalu mengajarkan kami untuk menjaga hubungan baik dengan siapa saja. Dan malam ini, kami benar-benar merasakan hasil dari itu semua,” tambahnya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara ini, di antaranya Ketua DPD Banten dari AKRINDO – Franky S Manuputty, Ketua PKWI – Budi Santoso, Pimpinan Redaksi ANTARWAKTU – Subarna serta beberapa rekan jurnalis dari berbagai media. Kehadiran mereka tak lepas dari kedekatan Sylvi dengan dunia jurnalistik. Hal ini semakin menambah nuansa kekeluargaan dalam acara, di mana lintas profesi dan latar belakang dapat berkumpul dalam satu momen penuh makna.
Peringatan satu tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar acara doa. Ia menjelma menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antar sesama, sekaligus menghidupkan kembali kenangan indah tentang sosok Tan Lay Hoa. Kehangatan yang tercipta malam itu seakan menegaskan bahwa warisan terbesar almarhumah bukan hanya kenangan, tetapi juga jaringan persahabatan dan rasa kekeluargaan yang terus hidup.
Acara ditutup dengan doa bersama dan suasana penuh keakraban, meninggalkan kesan mendalam bahwa sosok Tan Lay Hoa akan selalu dikenang—bukan hanya karena kepergiannya, tetapi karena jejak kebaikan yang masih terasa hingga hari ini.
“Karena sejatinya, kehilangan bukan tentang perpisahan, tetapi tentang bagaimana kita terus menjaga mereka tetap hidup dalam hati.”
Metrokitanews | Jerry Ayal
