Metrokitanews, Tangerang, 19 April 2026 — Ibadah Minggu, 19 April 2026, di GPIB Jemaat Samaria berlangsung penuh hikmat dan penghayatan. Suasana gereja dipenuhi kekhusyukan sejak awal ibadah hingga akhir, menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh jemaat yang hadir.
Momentum ibadah semakin semarak saat vokal grup dari GPIB PatMOS turut ambil bagian dalam pelayanan pujian. Dengan balutan kostum yang anggun dan penampilan yang selaras, mereka memuliakan Tuhan melalui lagu-lagu rohani yang menggugah hati. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri yang memperkaya suasana ibadah pagi itu.
Puncak ibadah diisi dengan pemberitaan firman Tuhan yang diambil dari Kitab Kejadian pasal 37, mengangkat tema kuat: “Iri Hati Memadamkan Kasih.” Firman tersebut disampaikan oleh Anne Aleta Ferdinandus, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis GPIB PatMOS.

Dalam penyampaiannya, Pendeta Anne mengajak jemaat untuk merefleksikan kisah kehidupan Yusuf yang sarat dengan konflik akibat iri hati. Ia menekankan bahwa rasa iri bukan hanya merusak hubungan antar sesama, tetapi juga dapat memadamkan kasih yang seharusnya menjadi dasar kehidupan umat beriman.
Suasana hening menyelimuti ruang ibadah saat firman disampaikan. Jemaat tampak larut dalam perenungan, menyimak setiap pesan yang disampaikan dengan penuh perhatian. Tidak sedikit yang terlihat tersentuh oleh makna mendalam dari firman tersebut.
Di akhir ibadah, tersirat harapan agar benih firman yang telah ditaburkan dapat bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan sehari-hari jemaat. Ibadah Minggu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi momen pembaruan iman dan penguatan kasih dalam kehidupan berjemaat.
Dengan semangat kebersamaan dan pesan yang kuat, ibadah di GPIB Samaria hari itu meninggalkan kesan mendalam—bahwa kasih harus terus dijaga, dan iri hati harus ditanggalkan demi kehidupan yang lebih harmonis dan diberkati.
Red
