Gambar : foto bersama warga yang terkena dampak banjir.
Kabupaten Tangerang, Metrokitanews, 14 Januari 2026 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang hampir tanpa jeda selama dua hari berturut-turut, sejak Selasa (12/1) hingga Rabu (13/1), berubah menjadi ancaman nyata bagi warga Kampung Alar Indah, RT 002/RW 012, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji. Air meluap, merangsek ke permukiman, dan memaksa warga menghadapi banjir yang datang tanpa ampun.
Laporan pengaduan telah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, menyusul kondisi banjir yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat setempat. Genangan air perlahan naik, menutup akses jalan, masuk ke rumah-rumah warga, dan melumpuhkan aktivitas sehari-hari.
Derasnya hujan yang seolah tidak memberi jeda membuat saluran air kewalahan. Dalam hitungan jam, kampung yang biasanya tenang berubah menjadi lautan air keruh. Perabot rumah tangga terendam, barang-barang berharga terpaksa diselamatkan seadanya, sementara warga hanya bisa pasrah menunggu air surut.
“Air naik cepat, warga tidak sempat berbuat banyak. Kami hanya bisa mengamankan anak-anak dan barang penting,” ungkap salah satu warga dengan suara bergetar.
Banjir kali ini tidak hanya menggenangi rumah, tetapi juga meninggalkan kecemasan mendalam. Malam-malam panjang dilalui warga dalam kondisi gelap, lembap, dan penuh ketidakpastian. Setiap tetes hujan yang kembali turun terasa seperti ancaman baru.
Bencana ini menjadi pengingat keras bahwa cuaca ekstrem tidak lagi bisa dianggap sepele. Di Kampung Alar Indah, hujan dua hari telah cukup untuk mengubah rutinitas menjadi kepanikan, dan rumah-rumah menjadi saksi bisu ketangguhan warga menghadapi alam yang sedang murka.
Metrokitakitanews | Iwan
