Tangerang, Metrokitanews 15 Desember 2025 – Di bawah langit sore yang cerah, halaman rumah megah milik Bapak Penasehat tampak berbeda dari biasanya. Bukan kemewahan yang menjadi pusat perhatian, melainkan kebersamaan yang tercipta dari sebuah jamuan sederhana namun sarat makna. Hari itu, Penasehat Akrindo yang akrab di panggil bapak Acun menggelar acara makan bersama secara outdoor, menghadirkan warga dan para saudara dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan terbuka, kebersamaan yang jarang ditemui di tengah rutinitas kehidupan sehari-hari.
Acara yang awalnya dirancang sebagai ajang silaturahmi itu perlahan berkembang menjadi perayaan kecil yang sarat emosi. Warga dari berbagai latar belakang hadir, duduk tanpa sekat, menikmati hidangan sambil berbincang hangat. Tidak ada jarak antara penasehat dan warga semuanya larut dalam suasana kekeluargaan.
Puncak kehangatan terjadi ketika Bapak Acun secara spontan memanggil para hadirin yang tengah berulang tahun bulan ini. Dari kerumunan, diketahui ada dua orang ibu yang berulang Tahun pada bulan ini yaitu Ny Novita & Ny Yuliana. Tanpa ragu, sang penasehat mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama memberikan ucapan selamat kepada Ny Novita & Ny Yuliana yang sedang merayakan hari lahirnya.

Tepuk tangan pun menggema. Senyum haru terlihat di wajah Ny Novita & Ny Yuliana tersebut saat doa dan ucapan mengalir dari warga dan saudara yang hadir. Momen sederhana itu menjelma menjadi simbol kepedulian dan kedekatan, menegaskan bahwa perayaan tak selalu harus megah untuk bermakna.
“Ini bukan sekadar makan bersama, tapi tentang rasa memiliki dan saling menguatkan,” ujar salah satu warga yang hadir. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu mempererat hubungan sosial dan membangun rasa kebersamaan yang tulus.
Melalui kegiatan ini, Bapak Penasehat Akrindo menunjukkan bahwa kepemimpinan juga dapat hadir dalam bentuk kehangatan dan empati. Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai jarak dan formalitas, acara makan bersama ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun komunitas yang solid dan berdaya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan foto kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Sebuah pertemuan sederhana, namun sarat makna mengikat hati, memperkuat silaturahmi, dan menegaskan bahwa kepedulian nyata lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus.
Metrokitanews | Jerry Ayal
