Foto : Lahan warga yang terkena dampak genangan air serta penumpukan sampah.
Metrokitanews, Teluk Naga, 03 Mei 2026 – Tim liputan Metrokitanews menerima laporan dari warga Desa Kebun Cau terkait dugaan aliran air lingkungan yang diarahkan ke lahan milik pribadi warga hingga menyebabkan genangan berkepanjangan dan penumpukan sampah. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan dan menimbulkan keresahan masyarakat karena dikhawatirkan dapat memicu penyakit serta mencemari lingkungan permukiman.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada 20 April 2026 tim Metrokitanews bergerak cepat turun langsung ke lokasi yang dimaksud yaitu di RT 014 RW 04, Desa Kebun Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, guna melihat kondisi di lapangan sekaligus meminta keterangan dari warga terdampak dan pihak terkait.
Saat turun langsung ke lokasi, tim media menemui Hasan, pemilik lahan yang terdampak genangan air tersebut. Kepada wartawan, Hasan menjelaskan bahwa sebelumnya pihak Desa Kebun Cau sempat menyampaikan rencana untuk mengalihkan aliran air langsung menuju saluran pembuangan atau sungai terdekat. Namun hingga beberapa bulan berlalu, realisasi perbaikan yang dijanjikan disebut belum juga dilakukan.
Akibat kondisi tersebut, lahan milik Hasan diduga berubah menjadi titik penampungan air dari aliran permukiman warga sekitar. Tidak hanya menimbulkan genangan, lokasi tersebut juga dipenuhi sampah.
“Awalnya dijanjikan airnya akan langsung dialirkan ke selokan atau sungai, tapi sampai sekarang belum ada pengerjaan. Tanah saya jadi tempat penampungan air,” ujar Hasan kepada tim Metrokitanews.
Kondisi tersebut turut dikeluhkan warga sekitar. Mereka mengaku khawatir genangan air bercampur sampah dapat memicu berkembangnya nyamuk serta menimbulkan berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.
“Kalau hujan tambah parah. Air meluap dan sampah ikut masuk. Kami khawatir jadi sumber penyakit,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, genangan air tersebut dinilai berpotensi mencemari lingkungan permukiman warga. Warga berharap adanya penanganan cepat agar persoalan tidak semakin meluas.

Sejumlah warga juga mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah desa dalam menangani persoalan lingkungan tersebut, termasuk terkait penggunaan dan realisasi anggaran dana desa yang dinilai seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan saluran air dan penanganan lingkungan warga.
Menurut warga, persoalan genangan air ini bukan terjadi baru-baru ini, melainkan telah berlangsung selama berbulan-bulan. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret di lapangan.
Untuk memperoleh penjelasan, tim Metrokitanews kemudian melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Desa Kebun Cau, Bapak Opan. Dalam keterangannya, ia membenarkan bahwa persoalan saluran air tersebut memang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.
Bapak Opan juga menyampaikan bahwa anggaran perbaikan saluran air disebut telah diajukan dan saat ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat kecamatan.
“Untuk anggaran perbaikan saluran air sudah dianggarkan dan saat ini masih dalam proses pembahasan di kecamatan. Kemungkinan akhir bulan April sudah bisa direalisasikan,” ujar Sekdes Bapak Opan saat ditemui tim media.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan saluran air maupun penanganan sampah di lokasi tersebut, baik dari pihak Desa Kebun Cau maupun pihak Kecamatan Teluknaga. Warga berharap pemerintah desa serta instansi terkait segera mengambil langkah nyata agar persoalan tersebut tidak terus berlarut dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Tim Metrokitanews menyatakan akan terus mengawal proses realisasi perbaikan saluran air tersebut sebagai bentuk kontrol sosial dan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Metrokitanews | Red
